Pagi yang Cerah di hiasi Mentari yang Bersinar indah. Pagi ini di Sekolah ku mengadakan rapat. Dan hal ini membuat beberapa jam mata pelajaran kosong. Aku yang senang melarikan diri dari jam mata pelajaran hari ini merasa hari ini adalah hari kebebasanku.
Dengan tak menunggu banyak waktu aku bergegas menuju ke belakang sekolah dimana tempat biasanya aku menghabiskan waktu yang bagiku membosankan. Sebelum menuju ke belakang sekolah aku telah lebih dulu menghubungi sahabatku, Tari yang kelasnya berbeda penjurusan dengan ku.
“Dor.... “ kata Tari dan Mega mengagetkanku yang sedari tadi menunggu kedatangan mereka.
”Tariiiiiiiiii....” kataku dengan nada kesal
”Maaf ’Bu... salah sendiri di tempat sepi begini kamu bengong entar kesambet setan penunggu pohon loh !!!” kata Tari dengan wajah yang begitu Ceria.
”Eh....Eh...Eh.... kok murung amat ’bu ada masalah apa? Cerita donk, kami kan sahabatmu!!! ” kata Mega seraya memegang pundakku.
”Ngga kenapa-kenapa. Emangnya kalau kita murung mesti ada masalah dulu ya? ” kataku meledek.
”Iya nih..Mega selalu aja menilai seseorang dari wajahnya. Belum Tentukan orang yang murung itu orang yang banyak masalah. Siapa tahu aja orang yang selalu tersenyum ceria yang memiliki segudang masalah...” Bela Tari.
Aku yang mendengar kata-kata Tari tiba-tiba merasa ada yang beda dari Tari. Namun semua tak tampak dari senyuman cerianya.
Seharian ini aku, Tari dan Mega telah puas berbagi cerita, suka-duka, canda dan tawa. Sungguh hari ini adalah Hari yang amat membuatku merasa berbeda.