Jumat, 26 Agustus 2011

Want



aku ingin kembali menulis
mendendangkan kata demi kata
untuk ku jadikan sebuah alunan baitindah
namun jari ini lemah
ditambah kekakuan ruang dan bisunya jaringan
inspirasi seakan terhambat massa
...
aku ingin kembali menulis
melantunkan harapan
demi sebuah karya yang tercipta
tak perlu tahu seberapa inginnya aku
tapi yang aku mau seberapa besar
hasil ciptaku
...
aku ingin kembli menulis
demi sebuah rasa
agar tetap indah terkenang masa

just write 8



sang senja menjemputku
dalam peraduan jingga dan rona merah
namun ku terdiam
bisu ?
bukan
bungkam
mengapa?
rindu !
q tau hanya padamu

 

just write 7


aku....
jiwa yang tersakiti
karna cinta yang di dustai

aku....
raga yang terluka
karna cinta yang biaskan rasa

aku....
nafas yang terhenti
karna cinta yang renggut kebahagiaan diri
aku....
kenangan yang tertinggal
karna cinta yang terus berputar

aku....
kehidupan yang tercela
karna cinta yang goreskan luka

aku....
mimpi yang menyepi
karena cinta hanya sebatas angan yang tak pasti

untuk mu penjahat hati ku

just write 6


mengapa kau pergi
dan tinggalku sendiri
saat keyakinan cintaku mulai ada

sekarang ini
aku harus kembali
ke keyakinan yang telah ada

bahwa
cinta tak pernah ada
ketulusan tak pernah ada
dan hidup tak perlu ada

just write 5



 

dalam sepi ku disini menunggu
dengan perasaan begitu suci
aku menanti
dalam jutaan hari
seringkali rindu ini mengusik hati
andaikan rasa ini dapat ku titipkan
pada angin yang melambai
kan ku terbangkan asa ini padamu
agar kau tahu
ku disini
slalu menyayangimu
slalu merindukanmu
cobalah kau pejamkan matadan lihatlah disini
q merindukanmu dalam sepi

just write 4



 

malam telah larut
namun kerinduan ini memaksaku
untuk tidak terlelap dalam peraduan malam

aku menunggu hadirnya bayangmu
dalam sepiku
menanti seulas senyum
yang luluhkan semua bebanku

 

Just write 3



Rindu tak datang untuk diam
saat senja berganti dalam rangkulan malam
menyibak bias-bias asa dalam kelam
mengguyurku dalam pusara waktu
kala takdapat ku bawa seluruh isi benakku
dalam lidah yang kelu
dan bibir yang membisu
Rindu tak menyapamu

maka cinta jua tak hadir untuk membisu
tatkala seribu wajah menantimu
dengan peraduan batin yang tak tentu
menguraikan jiwa akan rasa yang terbelenggu

Semua terdiam
Semua membisu

Just write 2

j
 

Petang Ku berganti temaram
terbiaskan lewat kanvas putih
yang tak lelah pena Q menari
memadukan warna dalam untaian pelangi
yang kian terbentang oleh kiasan gemerlap bintang

ku titipkan rindu Untukmu
pada kabut yang menerpa
meski yang terjengkal hanya ribu damba

ku langjahkan kaki mengikuti Gema
yang mengikatku tuk bersua

antara realita dan maya
yang begitu menyamaerkan jiwa
tak ada habisnya penaku mengukir kisah indah
dan itu
Tentang mu

Just Write 1


aku tak berdaya untuk beranjak
tak bersuara untuk di dengar
tak berwujud untuk kau sapa

hanya bias-bias asa
yang ku terbangkan pada kelam
meski ku hanya bertekuk
mengharap malam

Jumat, 01 Juli 2011

Pramoedya Ananta Toer


"...dan jika umurmu tidak panjang, maka sambunglah dengan tulisan"

Goresan

ingin seperti mereka.
menyapa mentari
bersua rembulan
tanpa perlu bertatih
mencari kekuatan diri

tingkat jenuh mulai terpenuhi
semua suka
telah biasa
semua luka
makin mengarah
heii kamu....
apa arti dari ini
dasar hidup yang buatku muak
muak
dan muak

belum lagi nanti
untuk kemarin
bahkan hari ini saja
aku sudah merasa letih

ingin seperti mereka
punya semangat untuk menatap hari
punya ingin untuk beraksi

bukan diam
tercengkram
kalah dengan keadaan

Untuk mereka yang coba mengerti


Jemari kaku
Bahkan saat ku coba rangkai kehidupanku
Bibir bisu
Ketika aku coba tanyakan apa arti semua ini
Mata buta
Tatkala “iya” hanyalah sebuah yg nyata
Telinga tuli
Saat tangisan meraung sepanjang sepi
Teruntuk mereka yang coba mengerti

Untuk Teman


Tak tertanda
Bagi sesiapapun mereka yg suka
Bahkan segala ocehan
Terdengar di tirai yg berbeda
Aku memang tak sama seperti kalian
Mampu menantang dunia
Sedang ku rapuh bahkan kalah pada waktu

Tapi adakah kalian rangkul aku
Sebuah keinginan bodoh
Berharap ada yang mengerti
Menggenggam erat jemari

Merelakan diri untuk mengajari
Serta tak bosan untuk menyemangati

Heii kawan
Tatap aku
Tak ku pinta kalian belas kasih
Tak ku harap recehan yang kalian beri
Hanya sebuah kata “SEMANGAT”
Kata “ SEMANGAT “ dari hati

Agar aku merasa punya arti

Kamis, 07 April 2011

Bukan Siti Nurbaya


Pagi yang Cerah di hiasi Mentari yang Bersinar indah. Pagi ini di Sekolah ku mengadakan rapat. Dan hal ini membuat beberapa jam mata pelajaran kosong. Aku yang senang melarikan diri dari jam mata pelajaran hari ini merasa hari ini adalah hari kebebasanku.
Dengan tak menunggu banyak waktu aku bergegas menuju ke belakang sekolah dimana tempat biasanya aku menghabiskan waktu yang bagiku membosankan. Sebelum menuju ke belakang sekolah aku telah lebih dulu menghubungi sahabatku, Tari yang kelasnya berbeda penjurusan dengan ku.
“Dor.... “ kata Tari dan Mega mengagetkanku yang sedari tadi menunggu kedatangan mereka.
”Tariiiiiiiiii....” kataku dengan nada kesal
”Maaf ’Bu... salah sendiri di tempat sepi begini kamu bengong entar kesambet setan penunggu pohon loh !!!” kata Tari dengan wajah yang begitu Ceria.
”Eh....Eh...Eh.... kok murung amat ’bu ada masalah apa? Cerita donk, kami kan sahabatmu!!! ” kata Mega seraya memegang pundakku.
”Ngga kenapa-kenapa. Emangnya kalau kita murung mesti ada masalah dulu ya? ” kataku meledek.
”Iya nih..Mega selalu aja menilai seseorang dari wajahnya. Belum Tentukan orang yang murung itu orang yang banyak masalah. Siapa tahu aja orang yang selalu tersenyum ceria yang memiliki segudang masalah...” Bela Tari.
Aku yang mendengar kata-kata Tari tiba-tiba merasa ada yang beda dari Tari. Namun semua tak tampak dari senyuman cerianya.
Seharian ini aku, Tari dan Mega telah puas berbagi cerita, suka-duka, canda dan tawa. Sungguh hari ini adalah Hari yang amat membuatku merasa berbeda.

Cintaku Di batas Senja

Kabut putih masih menyelimut di sepanjang jalan. Udara dingin masih tak henti menusuk tulang dan di ufuk timur mulai terlihat indahnya sang fajar terbit menyinar.
Telah kesekian kalinya aku berusaha untuk berangkat sekolah lebih awal tapi tetap saja… menyebalkan memang harus terjebak macet tiap harinya namun inilah salah satu kewajibanku sebagai pelajar yang memilih sekolah yang cukup jauh dari tempat tinggalku.
Begitu juga sesampainya disekolah. Aku harus selalu di sibukkan dengan tugas yang tak terhingga. Apalagi mulai saat ini aku harus mengikuti Bimbingan Belajar di sekolah karena memang ku akui nilaiku di bawah standar.
“Pulang sore lagi, pulang sore lagi. Padahal tubuhku merasa lelah sekali” keluhku kepada Dua orang Sahabatku,Ella dan Utami.
”Mau bagaimana lagi? inilah kewajiban kita sebagai seorang pelajar” sahut Ella di sertai anggukan Utami. Lama sekali ku rasa waktu berputar. Dan ketika jam sekolah berakhir. Begitu hendak keluar kelas HandPhone ku berdering.

Fathya hari ini kamu kerumah ya !!! ada acara perpisahan.
Esok Andre akan ke Bandung untuk melanjutkan sekolahnya
“Linda”


“Aduh... mengapa Linda baru memberitahukan aku sekarang? Padahal waktunya sudah tak dapat terkejar. Kalau ku tinggalkan Bimbingan Belajar ini??? Ah...” keluhku seraya melemparkan kaleng bekas minuman yang ada ditanganku.
Aku ingin sekali menemui Andre yang merupakan orang yang paling aku sayang. Tapi Bimbingan Belajarku juga teramat penting dalam kehidupanku. Aku bingung dengan apa yang mesti aku lakukan.